ICE DOLL

Title : ICE DOLL
Author : ChesparkyuELF
Genre : Romance , Humor
Rating : PG17
Cast :
Jung Sooyeon aka Jessica
Lee Donghae aka Donghae
Other member SNSD n SUJU

Annyeong haseyo chingu…
Kali ini aku bawa FF yang cast.a bukan Seokyu , but HaeSica. Jarang banget aku nemu pembaca yang minat baca FF dengan couple ini tapi ya sutralah , mumpung lagi ada ide jadi sekalian aku bikin. Idenya ini muncul tiba-tiba pas aku lagi belajar. So , hope u like this…
Cek-i-doT
– – –

“Kau tidak mau kan rahasiamu aku sebarkan?” seorang namja berkacak pinggang didepan yeoja manis.
“Kumohon jangan… Akan aku lakukan apapun untukmu. Tapi kumohon jangan beritahu siapapun” yeoja itu memohon.
“Bagus. Kalau begitu mulai sekarang jadilah bonekaku , turuti semua yang kuperintahkan. Kau tidak berhak untuk menolaknya , walaupung itu mungkin adalah suatu hal yang sulit dilakukan. Ottohke?”
“Mwo?”
“Kau keberatan? Kalau begitu…”
“Ne , ne. Aku setuju. Aku turuti semua kemauanmu itu”
“Kalau begitu mulai besok setiap hari kau berangkatlah sekolah lebih pagi kemudian tunggu aku di gerbang. Karena ini tugas pertamamu , kuharap kau tidak terlambat”
“Arraseo”
“Ah , 1 lagi. Mulai sekarang kau panggil aku Prince Fishy. Arraseo?”
“Arra Prince Fishy”
“Pintar. Kalau begitu sampai besok ya my doll” namja itu lalu pergi meninggalkan sang yeoja duduk sendirian di teras rumahnya.
“Benarkah keputusanku ini?” ucap yeoja itu pelan.

Wah , author lupa ngenalin tokohnya kali ini. Ne , yeoja manis ini adalah Jung Sooyeon atau lebih akrab dipanggil Jessica. Ia baru kelas 2 di Seoul Junior High School (SMP). Sedangkan namja tadi adalah Lee Donghae , tetangga sekaligus teman sekelasnya. Donghae suka sekali mengganggu Jessica. Hari ini kebetulan Donghae diajak orang tuanya berkunjung ke rumah Jessica. Dan disana ia menemukan sesuatu yang menarik. Sebuah foto Jessica yang sangat memalukan. Foto dimana Jessica yang terlihat menangis dan memegangi celananya yang basah. Ia mengompol. Tentu itu tidak akan memalukan jika Jessica masih kecil. Tapi sebaliknya , itu foto Jessica yang sudah besar. Donghae sempat bertanya pada umma Jessica dan beliau bilang foto itu diambil saat Jessica kelas 1 SMP. Insiden ini terjadi karena kebiasaan umma Jessica yang suka memotret. Bukan maksud untuk mempermalukan Jessica , tapi saat Jessica mengompol kemudian menangis tiba-tiba jiwa seni fotografi ummanya timbul.
+++

Esok paginya
“Duuh… Mana sih ikan jelek itu. Sudah 15 menit aku menunggu disini , dia tidak juga datang” Jessica berdiri di depan gerbang sekolah sambil melihat jam tangannya.
BRUK!
“Ya! Bawakan tasku”
“Mwo?”
“Kau tidak dengar? Bawakan tasku MY DOLL” Donghae menekankan intonasi.
“Oh , arraseo Prince Fishy”
“Pintar. Kajja kita masuk kelas”
+++
“Belikan aku makanan. Aku lapar. Ini uangnya” Donghae melemparkan selembar uang pada Jessica.
“Mwo? Tapi ak…”
“Palli , my doll”
“Ne”
+++
“Kerjakan PR-ku” kata Donghae yang sedang main game.
“Kau menyuruhku datang untuk mengerja…”
“Aku sedang malas my doll”
“Ne , ne. Aku kerjakan”
+++

Begitulah kehidupan prince dan bonekanya.Setiap hari Jessica menuruti apapun yang diperintahkan Donghae. Mulai dari membawakan tas , membelikan makanan , mengerjakan PR Donghae , menggantikan tugas piket Donghae , dsb telah Jessica lakukan.

3 tahun kemudian…
Jessica dan Donghae kembali 1 sekolah. Itu karena Donghae yang memintanya. Mereka bersekolah di salah satu sekolah favorit di Seoul. Bukankah kau bonekaku? Yang selalu menuruti apapun yang kuminta?. Begitulah kata Donghae saat Jessica menolaknya. Mau tidak mau akhirnya Jessica setuju. Di sekolah ini Donghae menjabat sebagai ketua OSIS. Bukan kemauannya untuk jadi ketua , tapi tiba-tiba saja ada yang mencalonkannya. Dan entah ini suatu kebetulan atau apa , Donghae yang terpilih dengan suara terbanyak. Dan Jessica , ia sekarang menjelma menjadi seorang yeoja yang cantik jelita. Tapi sifatnya berubah 180 derajat. Ia yang tadinya ceria dan murah senyum sekarang menjadi orang yang dingin , cuek dan tanpa ekspresi. Sehingga ia mendapat julukan ICE PRINCESS. Tapi sebagian murid lebih suka memanggilnya ICE DOLL. Wae? Karena ia adalah boneka Donghae , ia tidak pernah sekalipun membantah kata-kata Donghae. Ia selalu mengikuti kemanapun Donghae pergi. Semua murid tau hal ini.
Donghae sebenarnya juga menyadari perubahan Jessica , tapi ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Jujur ia lebih suka Jessica yang dulu. Walaupun dulu Jessica melakukan perintahnya dengan terpaksa tapi setidaknya ia selalu tersenyum. Sedangkan sekarang? Memang benar Jessica tidak pernah menolak apapun perintah Donghae. Tetapi ia melakukan semua itu tanpa berekspresi , entah ia melakukannya dengan senang hati atau terpaksa. Itu semua tidak nampak di wajah Jessica.
Perubahan Jessica ini bukan tanpa alasan , tetapi ini karena suatu hal.

FLASHBACK
Satu bulan Jessica menjalani kehidupan sekolah barunya.
“Ya! Jung Sooyeon!” seorang yeoja menjambak rambut Jessica kemudian menyeretnya keujung tangga yang sepi. 2 orang yeoja lain mengikutinya.
“Aaaarrgh… Apa yang kau lakukan. Lepaskan rambutku!” kata Jessica.
“Shireo. Dengarkan aku! Jauhi namjaku mulai hari ini!” bentak yeoja itu.
“Mworago? Nuguseyo? Aaargh… Lepaskan!” Jessica meringis kesakitan.
“Lee Donghae! Dia yang kumaksud!”
“Arrgh , hjiman… dia kan temanku… arrgh , appo” yeoja itu menarik rmbut Jessica dengan keras.
“Kau mau mengelak ya? Fany , Taeng , kita seret dia ke gudang. Kita beri dia pelajaran”
“Ne , Yoong”
“Ya! Apa yang kalian lakukan. Hentikan!”
“Eh , Donghae-ssi” Tiffany gelagapan melihat Donghae yang berjalan menuju ke arah mereka. Yoona melepaskan cengkeramannya pada rambut Jessica.
“Apa yang kalian lakukan pada Jessica , huh!” Donghae membawa Jessica kedekapannya.
“Ah , aniyo… Kami , ng , kami hanya sedang bermain saja. Iya kan Sooyeon-ssi?” kata Taeyeon halus.
“Mworago? Bermain kalian bilang? Kalian menyiksanya! Kalian kira aku tidak melihat apa yang kalian lakukn padanya?” bentak Donghae.
“Ha…hajiman…” kata Yoona gelagapan.
“Kuperingatkan kalian ya , sekali lagi kalian berbuat macam-macam pada Jessica. Kalian akan berurusan langsung denganku”
“Waeyo Donghae-ssi? Memangnya dia siapamu?” tanya Tiffany berani.
“Dia milikku!”
“Mwo? Apa maksudmu?”
“Dia ini milikku. Dia adalah bonekaku. Tidak ada yang boleh mempermainkannya selain aku. Kajja Sica. Kita pergi” Donghae pun mengajak Sica pergi menjauhi yeoja-yeoja itu.
“Gomawo sudah menolongku. Aku kembali ke kelas duluan”
“Ne my doll. Lain kali kau jangan mau diperlakukan seperti itu”
Tanpa berkata apa-apa lagi Jessica berjalan cepat meninggalkan Donghae. Ia kembali ke kelas dan mengambil tasnya kemudian berjalan keluar. Saat ditanya temannya , Jessica hanya menjawab dengan gelengan kepala.

@ Jessica’s Room
Jessica menelungkupkan kepalanya dibantal. She’s crying.
“Dia ini milikku. Dia adalah bonekaku…” perkataan Donghae tadi masih terngiang ditelinganya.
Jadi , selama beaerapa tahun ini dia hanya menganggapku sebagai bonekanya saja? Tidak lebih. Seharusnya aku sudah tau sejak awal bahwa ini semua hanya permainannya. Batin Jessica sedih. Iapun menangis sampai tertidur.
Kata-kata Donghaepun cepat sekali menyebar bak angin yang berhembus. Predikat sebagai BONEKA melekat pada Jessica. Sementara Donghae? Ia tidak merasa bersalah sama sekali. Ia menganggap hal itu bukanlah masalah yang harus diributkan. Sejak saat itulah Jessica berubah.
FLASHBACK END.

From : Prince Fishy
To : My Doll
Pulang sekolah nanti datanglah keruang osis. Aku ada sedikit pekerjaan yang harus dibereskan sebelum pulang.

Klik. Donghae mengirim sms pada Jessica. Lama ia menunggu tidak juga ada balasan. Tapi ia yakin , pasti nanti Jessica akan datang sesuai perintahnya.

Pulang sekolah
CKLEK !
Pintu terbuka.
“Oh kau sudah datang Sica. Duduklah. Pekerjaanku sebentar lagi selesai”
Jessica menurut dan duduk di sofa ruang tersebut. Memang mereka selalu berangkat dan pulang sekolah bersama. Sambil menulis , Donghae sesekali melirik Jessica yang asyik mendengarkan musik. Tak lama kemudian , Donghae menutup bukunya dan berjalan mendekati Jessica.
“Kajja pulang” Donghae kemudian berjalan keluar , diikuti Jessica dibelakangnya sambil membawakan tas Donghae.

Mereka masuk mobil Donghae. Sepanjang perjalanan hanya kesunyian yang mengiringi mereka. Donghae fokus menyetir sementara Jessica mendengarkan musik. Donghae mengantar Jessica sampai depan rumahnya , saat Jessica akan keluar dari mobil Donghae memegang tangannya. Jessica melepas sebelah earphone-nya.
“Wae?”
“Nanti datanglah kerumahku jam 6. Aku sendirian dirumah. Kau harus menemaniku. Arra?”
“Arra”
Kemudian Jessica turun dari mobil dan masuk kerumahnya.

@ 6 KST
Ting Tong
Cklek!
“Oh , tepat waktu. Masuklah”
Jessicapun masuk kedalam rumah Donghae. Donghae menarik tangannya menuju ruang TV. Disana sudah ada 2 popcorn , 2 cola dan banyak cemilan.
“Ada apa ini? Banyak sekali makanan” tanya Jessica datar.
“Hehehe. Taraaa… Aku ada 2 film horor. Makanya ak…”
“Kau takut nonton sendirian?”
“A , aniyo. Siapa bilang? Aku berani kok”
“Kalau begitu cepat putar filmnya” Jessica duduk disofa , memeluk popcorn.
Donghae kemudian memasang kaset diplayernya kemudian menyalakan televisi. Ia duduk disamping Jessica yang sudah mulai memakan popcorn.
“Huwaaa…” Donghae menjerit saat ada adegan yang menyeramkan. Sementara Jessica tampak santai memakan popcorn milik Donghae , karena popcorn-nya sudah habis.
“Ck , Prince Fishy. Bisakah kau lepaskan tanganmu dari leherku?” kata Jessica. Saat ini Donghae menyembunyikan wajahnya dipundak Jessica dan melingkarkan tangannya dileher yeoja itu.
“Apakah hantunya sudah menghilang?” tanya Donghae tanpa mengubah posisinya.
“Ne sudah. Maka dari itu lepaskan leherku”
Donghae pun melepaskan tangannya.
“Kalau tidak berani ya lebih baik tidak usah nonton. Mana film yang lain?” tanya Jessica sambil mematikan film horor itu , kemudian mengganti dengan film kartun.
+++
“Sica , bangun”
Donghae mengguncang pelan bahu Jessica yang tertidur diruang osis. Ia membuka matanya.
“My doll. Neomu yeppeo. Bolehkah aku menciummu?”
Tanpa menunggu jawaban Jessica , Donghae sudah mendaratkan bibirnya di bibir yeoja itu. Jessica diam saja , ia tidak membalas ciuman itu. Mukanya tetap datar , tidak menunjukkan keterkejutan. Donghae melepaskan ciumannya. Ia menunduk.

‘Kau berubah Sica. Kau sekarang benar menjadi boneka hidup yang diam saja diperlakukan seperti apapun’ , batin Donghae. Kemudian ia menarik tangan Jessica keluar dari ruang osis.

Esok paginya

Mobil biru Donghae perlahan memasuki parkiran sekolah. Donghae turun dari mobil diikuti Jessica dibelakangnya.
“Berjalanlah disampingku , jangan dibelakang my doll” kata Donghae sambil mensejajarkan langkahnya dengan Jessica kemudian menggenggam tangan yeoja itu.
Murid-murid yeoja memandang takjub kearah keduanya.
“Wah , pasangan yang serasi ya. Prince yang berkarisma dengan ice princess. Uuuch. . . Aku jadi iri” kata seorang murid pada temannya.
“Benar. Tampan dan cantik. Eh,tapi kau tau tidak alasan kenapa ice princess mau jadi bonekanya ketua osis?”
“Mollayo. Memangnya kau tau?”
“Sirheo. Aku jadi penasaran”

“Aku juga” kata seorang namja. Kedua yeoja itu menoleh.
“Kyaaa. . . Heechul kau mengageti kami”
“Hehe. Mianhae. Kalian sedang membicarakan ice princess ya?”
“Ne , waeyo?”
“Aniyo. Bisa tidak ya aku mendapatkannya?”
“Kau akan berhadapan langsung dengan ketua osis jika kau berani mendekati bonekanya”
“Kita tidak akan tau jika tidak mencoba. Aku, Kim Heechul. Mulai hari ini akan melancarkan aksi mendekati ice princess” kata namja itu dengan percaya diri.

Sementara itu dengan pasangan HaeSica.
Donghae membawa Jessica keruang osis.

“Kenapa kau membawaku kesini?” tanya Jessica.
“Aku sedang malas ikut pelajaran. Kau temani aku”
“Terserah kau sajalah” Jessica kemudian mengambil posisi tidur disofa kemudian memejamkan mata.
“Pagi begini kau mau tidur lagi? Lalu apa gunanya aku menyuruhmu menemaniku bolos?”

“Aku ngantuk”
“Ayolah my doll. Bangun. . .”↲Dengan terpaksa Jessica bangun dan duduk. Donghae mengambil duduk disampingnya
“Ya! Kau sadar tidak bertahun-tahun kita bersama , kita belum pernah foto berdua”
“…”
“Ayo kita ambil foto. Tunggu sebentar. Ayo berpose Sica”
JEPRET!
Donghae melihat hasil foto dilayar ponselnya.
“Waeyo kau tidak tersenyum? Ayolah my doll. Senyum…”
“Sirheo” tolak Jessica.
“Aiiissh. . .ya sudahlah. Tidak jadi foto kalau begitu. Jess , sekarang cium aku”
Tanpa banyak kata, Jessica mengecup bibir Donghae.
“Aiissh . . .kenapa kau segampang itu memberikan ciuman? Bahkan kemarinpun kau juga diam saat kucium. Kau menerimanya itu apakah karena kau menyukaiku?” Jessica menatap mata Donghae.
“Prince Fishy , bukankah aku ini bonekamu? Bukankah aku harus menuruti segala perintahmu dan tidak berhak melarangnya?”
“Hajiman. . .”
“Apakah kau tidak ingat dengan ucapanmu sendiri yang mengatakan bahwa aku adalah milikmu. Aku adalah bonekamu dan hanya kau yang berhak mempermainkanku. Kenapa sekarang kau malah mempertanyakannya?”
Donghae diam , ia teringat ucapannya tahun lalu saat menyelamatkan Jessica dari Yoona cs.
“Jadi kau melakukan itu karena statusmu sebagai bonekaku?”
“Bukankah kau sudah tau?”
“Jadi kau tidak melakukan itu karena rasa suka?”
Jessica diam.
“Jawab aku Sica!” bentak Donghae.
“Sirheo”
“Hanya karena sebuah foto kau rela melakukan hal ini. Bagaimana kalau seandainya bukan aku. Bagaimana kalau orang lain yang mengancammu? Apakah kau akan melakukannya juga?”
“Mungkin”
“Kau , ternyata seperti itu. Ne , kita hentikan permainan konyol ini. Mulai detik ini kau bukan lagi bonekaku. Kau bebas. Aku tidak akan mengikatmu lagi , kau tidak perlu lagi menuruti apapun yang kuminta” Donghae kemudian pergi meninggalkan Jessica. Sementara itu , perlahan-lahan bulir-bulir air mata jatuh dipipi Jessica.
+++

Beberapa hari kemudian

“Ya! Kau sudah dengar gosip?”
“Mwo?”
“Katanya ice princess bukan lagi boneka ketua osis”
“Mwo? Kau tau dari siapa?”
“Semua murid juga sudah tau. Mereka sekarang jalan sendiri-sendiri”
“Wah , kalau begitu aku bisa dong melamar jadi bonekanya ketua osis”
“Aiissh. . . Kau ini ada-ada saja. Tapi aku juga mau kok”
“Hahaha. . .”
2 orang murid yeoja tampak sedang bergosip dikantin. Heechul yang kebetulan membeli makan siang mendengarnya.
“Jeongmal? Berarti ini kesempatanku untuk mendapatkan ice princess” batin Heechul.
+++

“Annyeong Jessica~”
“Nugu?” tanya Jessica.
“Kim Heechul imnida. Kau bisa memanggilku Heechul”
“Lalu ada urusan apa kau?” tamya Jessica cuek.
“Maukah kau jadi yeojachinguku?”
“Sirheo”
“Wae?”
“Aku belum mengenalmu. Aku hanya tau namamu”
“Oh , jadi begitu. Gwaenchana. Kau akan segera mengenalku lebih dekat”
Sejak ditolak saat itu , Heechul pun mulai mendekati Jessica. Setiap hari ia mendatangi kelas Jessica. Tapi Jessica tetap cuek padanya. Donghae juga mengetahul hal itu. Ia selalu menahan amarah , apalagi saat melihat Heechul dan Jessica yang tampak akrab dimatanya.

2 minggu kemudian↲Istirahat siang ini Heechul segera menuju kelas Jessica seperti biasa. Ia kemudian mengajak Jessica ke taman belakang sekolah. Donghae yang saat itu lewat dan kebetulang melihat mereka , mengikutinya. Sampai di taman belakang , Heechul memojokkan Jessica ke dinding dan menguncinya dengan tangan yang disandarkan disamping kepala yeoja itu. Mereka berdiri berhadapan.
“Ottohke princess? Kau sudah cukup mengenalku kan?”
“…”
“Diam kuanggap jawaban iya. Jadi apakah kau sudah memikirkannya? Untuk jadi yeojachinguku”
“Sirheo”
“Wae?”
“Karena aku tidak menyukaimu”
“Mwo? Jadi selama beberapa hari ini aku mendekatimu kau tetap tidak menyukaiku?”
“Ne”
“Ne. Kalau begitu , sekali saja ijinkan aku menciummu” Heechul langsung mencium bibir Jessica. Jessica memberontak dan berusaha mendorongnya. Tapi kekuatannya kalah jauh dibandingkan Heechul. Dan kemudian…
BRUK!
Donghae mendorong Heechul sampai terjatuh kemudian memukulnya. Karena kekuatan Heechul tidak sebanding dengan Donghae , iapun memilih lari.

“Sana pergi yang jauh. Dasar pengecut!”
Donghae mendekati Jessica yang menunduk sambil mengusap bibirnya kasar.
“Jangan perlakukan bibirmu seperti itu princess”
CUP!
“Dengan begini bekas ciuman tadi telah terhapus” kata Donghae kemudian memeluk yeoja itu.
“Mianhae. Jeongmal mianhae. Maukah kau kembali jadi bonekaku? Bukan boneka seperti dulu , tetapi boneka yang akan mengisi hatiku , Sica”
“Mworago?”
“Aku sesungguhnya menyukaimu. Permainan ini semua kulakukan karena aku menyukaimu Sica. Kumohon jadilah milikku lagi”
“Jeongmal?”
“Ne , Sica. Mianhae atas semua yang kulakukan. Aku sungguh tidak hidup tanpamu. Waktu itu aku hanya sedang kesal karena ternyata kau melakukan ‘itu’ karena perintah”
“Aniyo. Sesungguhnya aku juga menyukaimu”
“Jinjja?”
Jessica mengangguk.
“Maukah kau menjadi milikku selamanya Sica?”
“Tentu”
“Saranghae my doll”
“Nado saranghae Prince Fishy”
FIN

12 thoughts on “ICE DOLL

  1. ahhh haeppa sweet😄
    trnyta hae udh suka dr dlu, tp kasian jg ya sicca djadiin boneka gtu kkk~
    critanya uniik. Daebakk thor! ^^

  2. Annyeong, aku new reader disini ^^
    pertama kali buka ini wp dikira disini sugen couple seokyu doang, ternyata ada juga haesica..🙂 haesica shipper, hehe🙂

  3. Huwa nemu ff HaeSica lagi deh ^^
    Bagus banget ceritanya
    Manis banget ^^ feel nya juga dapet banget
    Aku juga HaeSica Shipper kok menurutku banyak HaeSica Shipper malah aku bikin 1 kelas ku suka sma HaeSica dan mereka jadi IceFishy deh😀
    Dari yg suka YoonHae jadi HaeSica
    Dari KyuYoung jadi SeoKyu
    Pokoknya 1 kelas aku aku bikin 9 couple SuGen mereka sma kayak aku😀
    Licik? Gk juga deh mereka malah seneng tiap hari pasti mereka nanya moment moment Couple SuGen ke aku😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s