LOVE AS FRIEND PART 3

TITLE : LOVE AS FRIEND PART 3
GENRE : ROMANCE , SAD , FAMILY , HUMOR , NC KEKERASAN
RATING : NC17
LENGHT : CHAPTER
CAST :
SEO JOO HYUN aka CHOI SEOHYUN
CHO KYUHYUN aka CHO KYUHYUN
KIM TAEYEON aka KIM TAEYEON
CHOI MINHO aka CHO MINHO
and other , u can find by urself

Hollaaaaa^^ author datang nepatin promise buat ngepublish part 3… di sini NC nya NC kekerasan looooo … Bukan NC YADONG ,,, how how how -0-
Monggo dipun baca ,,,
***

KYUHYUN POV
“Seohyun lama sekali sih? Cuma ambil bola saja”
“Ne. Lama sekali , aku sudah lapar niiiih” kata Minho.
“Biar kulihat” akupun bangkit dari tempat dudukku. Berjalan menjauhi meja makan menuju arah pintu. Saat aku membuka pintu , ternyata Seohyun sudah di depan pintu. Terlihat dia juga akan membukanya.
“Eh! Lama sekali sih. Ditungguin juga” ucapku.
“Hehe , mianhae” dia hanya nyengir. Tapi dia tampak aneh.
“Kau berkeringat dingin. Kau sakit Seo?” tanyaku.
“Gwaenchana. Ini hanya keringat biasa. Bukan keringat dingin. Kajja. Katanya yang lain sudah menunggu” diapun langsung masuk rumah. Kuikuti langkahnya.
***
Seohyun duduk disamping Minho setelah mencuci tangan.
“Kajja dimakan. Umma sudah masak yang enak-enak loh” umma mulai promosi.
“Ne umma” jawab kami berempat.(Taeyeon n Seohyun manggil emaknya Kyuhyun juga umma. Soalnya emaknya Kyu gak suka dipanggil ahjumma).
TRILILILILIT…
Ponsel umma berdering. Umma segera mengangkatnya.
“Yeoboseyo?…waeyo yeobo?…ah , ne…aku akan menyusulmu sekarang…”
Aku memandang umma.
“Nugu umma?” tanya Minho.
“Appamu. Umma disuruh menyusul ke Jepang sekarang”
“Mwo? Wae?” tanyaku.
“Molla. Katanya penting. Kalau begitu umma siap-siap dulu ya. Kalian lanjutkan makannya”
“Ne umma” jawab kami serempak.
Ummapun pergi meninggalkan kami berempat yang asyik makan.
“Seo noonaaa~~” suara manja Minho mulai terdengar. Dasar , mau apalagi bocah itu , batinku.
“Ne?” Seohyun menjawab tanpa menoleh.
“Suapiiiiin~~~~” tuh kan , dasar bocah tengik itu.
“Ya! Memangnya kau tidak punya tangan sendiri!?” kataku pada Minho , kemudian melanjutkan
“Jangan mau Seo, biarkan saja bocah manja ini”
TREK!
“Sini…aaa~…” Seohyun menyuapi Minho. Aku melotot melihatnya. Omegaaat ! Dua orang ini benar-benar.
“HAP! Wah, kalau disuapi Seo noona rasanya jadi tambah enak. Nyam , nyam!” sadar dirinya diperhatikan , dia menoleh padaku kemudian menjulurkan lidahnya. Dasar bocah itu , berani dia mengejekku. Karena kesal , kusuap nasi banyak-banyak. Eh? Tapi kalau dipikir-pikir. Apa yang membuatku kesal? Kesal karena sikap manja Minho , atau karena yang lain?
***
Kuhampiri Seohyun yang duduk sendirian dibawah pohon dekat lapangan basket.
“Seororoooo~”
“…”
“Choi Seohyuuun~”
“…”
“Aiiish… Ya! Seohyun!” aku menepuk pundaknya. Dia melonjak.
“Omo! Kau mengagetkanku Kyu”
“Habis kau tidak menjawab panggilanku sih” aku duduk didekatnya , kusandarkan kepalaku di bahunya.
“Jinjja?”
“Ne. Apa yang kau lamunkan Seo?”
“Aniyo. Aku hanya memikirkan…hmm… Kenapa sifatmu dan Minho beda sekali?”
Ucapan itu sukses membuatku bangun dari sandaran dan menatapnya.
“Aiiish…beda bagaimana?”
“Pokoknya beda saja gitu. Oh iya , pergi yuk. Kita jemput Taeyeon”
“Taeyeon tidak ada dirumah”
“Eh? Memang kemana dia?”
“Dia tadi bilang mau ke Busan bersama ummanya. Mungkin baru malam nanti pulang”
“Oh, kok aku tidak diberitahu?”
“Molla. Mungkin dia buru-buru jadi tidak sempat memberitahumu”
“Yah , sayang sekali. Tidak jadi jalan-jalan kalau begitu”
“Kata siapa. Ayo kita pergi berdua”
“Eh?”
“Sudahlah. Tidak ada Taeyeon bukan berarti kita tidak bisa bersenang-senang kan?. Kajja. Kau mau begini saja , atau ganti baju dulu?”
“Ganti baju lah. Masa pakai pakaian olahraga begini”
“Ne. Kalau begitu , sana. Palli. Aku ambil mobil dulu”
***
JDEK *efek suara pintu mobil ditutup*
“Jadi kemana kita sekarang?”
“Molla. Jalan saja dulu”
“Ne”
Akupun melajukan mobilku sambil berpikir tentang tujuan kami. TRING! (lampu dikepalaku menyala).
“Bagaimana kalau pergi ke arena ice skating?”
“Tapi kau tau kan aku tidak bi…”
“Aku ajarkan nanti. Kajjaaaa”
Saat sedang serius menyetir mobil.
“Stop! Stop! Berhentiiiii” Seohyun berteriak.
CKIIIIIIIIIIIIIIIIT !!!!!!!!!!!!!!!!!!
“Wa…”
Belum sempat aku bertanya , Seohyun keluar dari mobil. Kuperhatikan dia yang berjalan memasuki sebuah toko. Ah dasar yeoja itu , kukira kenapa , ternyata… Tak lama kemudian Seohyun keluar dari toko itu dengan membawa bungkusan besar.
“Sudah selesai?” tanyaku setelah dia masuk mobil.
“Sudah. Kajja kita jalan lagi”
“Kali ini apa?”
“Hehe. Lihaaaat! Bagus kan?” Seohyun menunjukkan boneka hijau dengan mata besar.
“Uuch… kau lucu sekali sih keroro”
Aku hanya geleng-geleng kepala saja melihat kegilaan Seohyun pada kodok hijau itu. Dimana lucunya coba.
***
“Kyaaa…wo…wo…wooo…auch” Seohyun terjatuh untuk kesekian kalinya. Aku berdiri cekikikan melihatnya.
“Ya! Jangan menertawakanku kau CHO KYUHYUN!”
“Yeee…siapa juga yang menertawakanmu Choi Seohyun!”
“Aiiissh… Lebih baik kau bantu aku berdiri”
“Ne , ne” kuulurkan tanganku memegang tangannya , tapi saat aku membantunya berdiri , ada yang menabrakku dari belakang. Aku pun kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Seohyun.
“Kyaaa” teriaknya.
Mata kami bertemu , berpandangan. Jarak muka kami sangatlah dekat.
Kuperhatikan dia , dan aku baru sadar kalau Seohyun itu…yeppeo. Matanya bulat , pipi chubby , dengan hidung mancung.
“Ya! Cepat bangun kau. Berat tau” teriaknya. Akupun segera bangkit berdiri.
“Sekarang bantu aku” perintah Seohyun. Aku mengulurkan tanganku memegang tangannya. Membantunya berdiri.
“Ayo jalannya pelan-pelan. Hati-hati” aku membantunya berjalan.
“Uwo…jangan lepaskan tanganmu…eh…eh…pelan-pelan” kamipun mulai meluncur di atas lapisan es ini. Sesekali kulepas tangannya tapi saat dia mulai oleng dan akan jatuh aku kembali memegang tangannya. Sudah 2jam kami bermain , dan akhirnya memutuskan untuk keluar dari arena ini.
“Sekarang kita kemana?” tanyaku.
“Makan. Ini sudah jam makan malam tau” pintanya.
“Hehe , iya. Kita makan ditempat biasa , ne?”
“Terserah. Yang penting makaaaan”
***
Selesai makan kamipun pulang kerumah karena hari sudah larut. Aku mengantarkan Seohyun sampai gerbang depan rumahnya.
“Seo , sudah sampai” aku bicara karena Seohyun hanya diam saja , tidak segera turun padahal kami sudah sampai sejak beberapa menit yang lalu.
“…”
“Seohyun~”
“…”
“Ya! Seohyun!” aku menepuk pundaknya. Diapun melonjak , kaget.
“Aiiissh…apa sih?”
“Itu sudah sampai”
“Oh , jeongmal? Cepat sekali”
“Cepat sana masuk rumah dan istirahat. Ini sudah malam”
“Oh , ne. Gomawo ya untuk hari ini”
“Ne. Cheomaneyo. Aku juga”
Kemudian Seohyun masuk ke dalam rumahnya.
KYUHYUN POV END

SEOHYUN POV
Aku masuk kedalam begitu turun dari mobil Kyuhyun. Aku ragu saat akan membuka pintu. Aku merasa seperti akan terjadi sesuatu hal yang tidak kuinginkan. Perlahan kubuka pintu rumah , aku melangkah menuju kamarku. Tapi langkahku terhenti saat berpapasan dengan appa di depan ruang kerjanya.
“Seo , sudah pulang?” tanya appa ramah.
“Ne appa” aku mengangguk.
“Appa ingin membicarakan hal penting. Bisa ikut appa sebentar?”
“Ne appa”
Aku menaruh boneka keroro yang tadi kubeli di meja kecil kemudian mengikuti langkah appa , menuju taman belakang rumah.
“Duduk sini Seo” appa menepuk tempat disampingnya. Saat ini kami berdua duduk di sebuah ayunan. Ayunan yang dulu sering kupakai bermain bersama eonnie dan umma. Lama kami berdua terdiam. Sesekali terdengar appa menghela napas panjang.
“Seohyun”
“Ne appa”
“Appa bingung mau memulai dari mana”
“Maksud appa?”
“Begini Seo. Appa memutuskan akan berpisah dengan umma”
JDER!
Perkataan appa barusan bagaikan sebuah blackhole diluar angkasa yang menyeretku masuk kedalamnya. Seperti kabut hitam yang menyelimutiku , menjeratku dan mencekikku sehinggat aku sulit bernapas. Mataku terasa panas. Air bening sudah berkumpul dan siap untuk menetes.
“Wa…waeyo appa?” air mataku sudah benar-benar jatuh sekarang.
“Mianhae Seo. Kami merasa sudah tidak ada kecocokan lagi diantara kami berdua”
“Hajiman appa…”
“Appa benar-benar sudah tidak kuat lagi dengan sikap ummamu”
“Hiks appa…waeyo? Apakah tidak bisa dipikirkan kembali?”
“Mianhae Seohyun. Ini sungguh berat bagi appa. Appa juga tidak pernah menginginkan hal seperti ini”
“Andwae appa. Jangan. Appa sudah tidak menyayangiku lagi?”
“Bukan begitu nak. Appa sungguh-sungguh menyayangimu”
“Kalau beg…”
“Appa mohon kau bisa menerima keputusan ini. Rumah ini appa berikan padamu dan ummamu. Kau tetap tinggallah disini menemani ummamu. Kebutuhanmu mulai dari sekolah dan biaya sehari-hari akan tetap appa penuhi dengan mengirimkan uang tiap bulannya ke tabunganmu. Appa akan tinggal di rumah appa yang di Daegu. Kau bisa mengunjungi appa kapanpun kau mau chagi. Mianhae , jeongmal mianhae. Appa menyayangimu” appa mencium keningku kemudian beranjak pergi meninggalkanku sendirian di ayunan ini. Saat mendengar suara mobil , aku segera berlari. Alamat mencegah appa meninggalkanku. Tapi terlambat , saat aku keluar mobil appa sudah tidak terlihat. Aku berlari berusaha mengejar. Tak kupedulikan kakiku yang tidak memakai alas kaki (waktu masuk rumah sepatu dilepas , dan seo kemudian gak pake sandal rumah).
“Appaaaa…jebal…gajimaaaa…jangan tinggalkan ak…kuu…hiks” aku berlari mengejar mobil hitam yang berjarak jauh didepanku. Aku terduduk dijalanan yang sepi ini.
“Ap…pa…gajimaaaa appaaa” lama aku menangis dengan posisi ini. Dan aku memutuskan untuk pulang. Aku berjalan terseok-seok. Kondisiku sekarang benar-benar sangat kacau.
KLEK!
Kubuka pintu rumah perlahan. Aku melangkah masuk. Aku berdiri diam didepan ruang kerja appa. Air mataku menetes kembali dengan deras.
JDAG!
Kepalaku membentur pintu. Ada seseorang yang mendorong kepalaku. Aku menoleh menatap sosok itu. UMMA?
“Anak pembawa sial!” umpat umma. Sepertinya umma mabuk lagi. Tercium aroma alkohol dari tubuhnya.
PLAK!
Sebuah tamparan mendarat dipipi kananku. Dan…
PLAK!
Satu lagi dipipi kiriku. Kurasakan ada rasa asin disudut bibir kiriku.
“ANAK SIALAN! Kau puas sekarang , huh? Sudah puas kau sekarang !!”
“Ap…apa maksud umma?” tanyaku takut-takut.
“Kau…berhasil…memisahkanku dengan suamiku. Choi Siwon menceraikanku!”
“Ak…aku tidak…”
PLAK!
Sebuah tamparan lagi dipipi kiriku.
“Kau mau mengelak anak sialan? Itu sudah jelas salahmu”
“Hajiman umma…aaarrgh” umma menjambak rambutku , menyeretku menuju kamar mandi. Aku mencoba melepaskan diri , tapi genggaman umma pada rambutku semakin kuat. Umma mulai mengisi bath up. Saat sudah penuh , umma mendorong kepalaku. Membenamkan kepalaku kedalam air.
“Rasakan kau anak sialan! Kau pantas mendapatkan ini” umma terus saja membenamkan kepalaku. Aku berusaha untuk melepaskan kepalaku yang didorong kuat oleh umma. Kugeleng-gelengkan kepalaku. Aku mulai kehabisan napas saat umma melepaskan kepalaku.
“Uhuk uhuk” aku terduduk di lantai kamar mandi berusaha mengatur napasku.
“Umma , mianhae. Aku…” aku bangkit hendak memeluk umma , tapi umma lebih dulu mendorongku sampai aku terjatuh dan kepalaku membentur wastafel. Kepalaku terasa sakit sekali.
“Dasar anak sialan!” umma menendangku sebelum akhirnya meninggalkanku. Dengan rasa nyeri di sekujur tubuhku aku berjalan menuju kamar. Aku butuh istirahat saat ini. Kuhempaskan tubuhku kekasur. Masa bodoh dengan kondisiku yang basah , kaki lecet , pipi dan dahi yang lebam.
***
Aku terbangun pagi ini karena ponselku yang terus bergetar dari tadi. Kulihat display ponselku. CHOKYU memanggil. Begitu aku akan menerimanya , sambungan sudah terputus. Kulihat ada 5 panggilan. 1 dari Taeyeon , sisanya dari Kyuhyun. Kulihat jam sudah menunjukkan pukul 9.30. Sudah telat tentunya untuk berangkat sekolah sekarang. Tak lama kemudian ada pesan masuk dari Kyuhyun.

From : ChoKyu
Ya! Choi Seohyun! Waeyo tidak mengangkat panggilanku. Kau tidak sekolah hari ini?

Kuketik balasan untuknya.

To : ChoKyu
Shireo , aku malas sekolah hari ini.

Send. Tentu bukan itu alasan utamaku tidak masuk sekolah. Ponselku kembali bergetar. Ada pesan masuk.

From : ChoKyu
Alasan saja. Pulang sekolah nanti aku akan kerumahmu.
– – –
To : ChoKyu
Andwae! Untuk apa kau kerumahku. Aku sedang malas menerima tamu.
– – –
From : ChoKyu
Ada apa sih denganmu? Apa-apa kok malas. Nanti kubawakan banyak makanan untukmu.
– – –
To : ChoKyu
Sekali tidak ya tidak! Sudahlah belajar sana. Aku mau melanjutkan tidurku.

Kemudian Kyuhyun tidak lagi membalas pesanku.
SEOHYUN POV END

AUTHOR POV
@class
“CHO KYUHYUN! Apa yang kau sembunyikan dibawah mejamu!” bentak Heechul sam.
“A…aniyo songsaenim”
“Apakah kau sedang bermain dengan ponselmu?”
“Aniyo” Kyuhyun mengelak.
“Kalau begitu. Perhatikan pelajaranku!”
“Algeseumnida songsaenim”
Heechul sam kemudian kembali menerangkan materi pelajaran yang sempat pending. Taeyeon yang duduk didepan Kyuhyun menoleh ke belakang.
“Kyu , apa kata Seohyun?” Taeyeon berbisik.
“Katanya dia sedang malas sekolah” Kyuhyun balas berbisik.
“Mwo? Jinjja?”
“Ne. Aneh kan. Tumben dia seperti itu”
“CHO KYUHYUN! KIM TAEYEON! Jangan mengobrol saat pelajaran!” suara Heechul sam menggelegar di kelas. Semua mata langsung tertuju pada namja dan yeoja itu.
“Ne songsaenim” jawab mereka berdua serempak.

@tempat lain
(nyook pindah lokasi , bareng-bareng naik pedicab)

Seohyun berusaha memejamkan matanya lagi tapi tidak bisa , akhirnya ia bangun dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai berpakaian ia berjalan keluar dan masuk mobil. Seohyun mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. 20 menit kemudian , mobilnya berhenti disebuah taman. Seohyun turun setelah memarkir mobilnya. Ia memilih duduk di bangku di tengah taman , memperhatikan seorang yeoja yang sedang bermain dengan anak kecil. Tak lama kemudian datang namja setengah baya yang langsung disambut oleh anak kecil itu.
“Appaaaa” panggil yeoja kecil nan manis itu.
“Ah mianhaeyo nari-ya , appa telat” namja itu menggendong yeoja kecil itu.
“Gwaenchana appa. Ayo sekarang kita beli boneka. Appa kan sudah janji”
“Ne , ne. Kajja chagi” namja itu menggandeng yeoja yang tadi bermain dengan yeoja kecil itu.
Seohyun menghela nafas. Ia mendambakan keluarganya harmonis seperti keluarga itu. Air matanya pelan-pelan menetes membasahi pipi putihnya.
“Eonnie , bogoshipo-yo” ucapnya pelan.
Seohyun menghapus air matanya , kemudian berjalan menghampiri mobilnya. Kali ini ia benar-benar sudah memantapkan hatinya.

***

Seohyun memarkirkan mobilnya. Dengan buket bunga lili dan roti beras ditangan , ia berjalan perlahan memasuki area pemakaman. Ia kemudian berhenti di depan sebuah makam dengan nisan yang bertuliskan Choi Soo Young.
“Annyeong eonnie?” Seohyun membungkuk hormat.
“Mianhae eon , jeongmal mianhae. Lama aku tidak kesini. Sangat lama. Sudah 9 tahun , ne? Ini eonnie aku bawakan bunga lili kesukaanmu. Dan tidak lupa kue beras kesukaan kita berdua” Seohyun kemudian jongkok , ia mengelus batu nisan itu.
“Aku bukannya tidak mau mengunjungimu. Aku hanya takut. Ne , takut. Takut dengan semua kenyataan ini. Hiks…eonnie…aku takut. Mianhae eonnie , aku memang pembawa sial. Aku telah membunuh eonnie-ku sendiri. Hiks…umma membenciku karena hal ini. Apakah unnie juga membenciku? Apakah kalau aku mati umma akan memaafkanku eonnie? Eonnie , aku selalu berpikir seperti itu setiap umma mengatakan kalau aku adalah anak pembawa sial. Hiks…sungguh kata-kata anak pembawa sial terasa lebih sakit daripada tusukan 1000 jarum. Hiks…”
Tanpa Seohyun ketahui (yang tau cuma Tuhan , author n reader) , eonnie Seohyun aka Choi Soo Young duduk diatas batu nisannya sambil mengelus kepala Seohyun. Raut mukanya terlihat sangat sedih. Ia mengetahui segalanya , tanpa diberitahu Seohyunpun ia sudah mengetahuinya.
“Mianhae Hyunnie , gara-gara eonnie kau jadi menderita seperti ini” ucap Sooyoung lirih.
“Eonnie apakah itu kau? Aku seperti mendengar suaramu?”
Tidak ada suara jawaban , hanya ada suara angin semilir yang menemani Seohyun dipemakaman siang hari ini.
“Mungkin hanya perasaanku saja. Kalau begitu eonnie aku pulang dulu , ne? Aku akan sering-sering kemari mengunjungimu. Yaksok”
Seohyun kemudian beranjak pergi. Saat berjalan ada angin berhembus agak kencang menghantarkan sebuah suara.
“Mianhae Seohyun”
Seohyun menoleh kebelakang , di atas batu nisan ia seperti melihat sosok eonnienya. Hanya sebentar , kemudian sosok itu menghilang.
***
@ 8.00 malam KST

TING TONG!
CKLEK!
“Seohyun , isseoyo?” tanya Kyuhyun pada yeoja tua yang membukakan pintu.
“Nona belum pulang tuan”
“Memang dia pergi kemana?”
“Saya juga tidak tahu. Tapi dari bangun pagi tadi nona langsung keluar rumah”
“Oh begitu. Kalau begitu aku akan coba menghubunginya”
Kyuhyun kemudian berjalan pulang sambil mencoba menghubungi Seohyun.
“Aiiissh…padahal sudah kubawakan makanan. Kemana dia? Kenapa belum pulang juga padahal hari sudah malam. Yeo…aiiissh ternyata mailbox” Kyuhyun menggerutu.
JDER *suara petir*
“Omo! Mau hujan ya? Kau pergi kemana sih Seohyun?” setelah mengambil jaket dan memakainya , Kyuhyun beranjak masuk mobil. Hujanpun mulai turun.
“Ah aku ingat. Kau pasti ada ditempat itu Seohyun. Ditempat kenangan itu”
Kyuhyun mulai melajukan mobilnya. Menyusuri jalanan Seoul yang sepi karena hujan mulai turun. Saat sedang menyetir , ponsel Kyuhyun berdering. Kyuhyun menepikan mobilnya sebelum menjawab panggilan itu.
“Yeoboseyo. Ne…Mwo?…Lalu bagaimana keadaan Taeyeon sekarang ahjumma?…Ne , ne…dikamar berapa ahjumma? 1315…saya segera kesana”
KLIK!
Kyuhyun menutup flip ponselnya kemudian melajukan mobilnya menuju Seoul hospital.
TBC

Apakah yang terjadi pada uri Taeyeon?
Lalu dimanakah Seohyun sebenarnya?
Bagaimana kehidupan Seohyun setelah orang tuanya berpisah?
Apakah penyiksaan ummanya tetap berlanjut? dan apakah Seohyun tetap diam menerima semua perlakuan ummanya?

Annyeong~*muncul dari dalam cupboard*

begimana reader ceritera part 3 ini?
tambah jelekkah?
harap yang udah baca pada koment ya ,
kalo yang komen uda ampek 7 orang bakalan aku publish part 4 yang juga uda jadi…
lebih banyak yang koment , lebih cepet juga aku publishnya , semua itu tergantung dari reader semua…
karena disini aku juga berusaha jadi author yang baik , sebisa mungkin aku ngebales statement dari kalian semua maka jadilah reader yang baik juga dengan cara koment tiap selesai baca ff disini…
gak ditarik ongkos kan buat koment?
bikin ff itu gak segampang ngusap ingus , JADI HARGAILAH KARYA ORANG LAIN’ #CAPSLOCK JEBOL
kebanyakan bacot dah jadinya , oke aku tunggu komentarnya yua^^
PAI PAI
#lambai bareng choco
PPYONG !
#ngilang masuk lampu wasiat aladin

14 thoughts on “LOVE AS FRIEND PART 3

  1. ya ampuuuuun..
    Seo nya kasian bgt..
    Tuh mak nya jahat bgt dah..
    Jantung tae kumat ya??
    Kyknya seo ada di sungai han dah..
    Kyu, lindungi lah seo..
    Update soon please..

    • gomawo chingu dah koment^^

      iye bner , jahat bgt tuh maknya Seo , pngen bejek2 rsa.ny
      ne , jntung Taeng lg kumat chingu , noh dy lg colaps di hospital #dilempar gayung taeyeon

      where r u seo? dy gk ad d sungai han yg psti chingu ,

      hem , spti yg qt tw , kyu lbih mlh tae , seo puny guardian sndri kog , next part bkal mncul

      aku update mingg ini jga klo bnyak yg comment

  2. Seohyun kasian sekali hidupnya. taeng knp? ayahnya seo knp? ibunya seo jg jahat nih aaa Makin penasaran.. lanjut thor

    • he.eh , kcian bner..
      taeng skit chingu , appa.ny Seo uda g kuat idup brg mak.ny Seo , cerai dch jadi.ny

      siap chingu , kalo bnyak yg komment bkalan ak publish secpt.a
      #tengok LAF part 4 yg uda jdi konsep.

  3. seonni yg sabaar yea T.T
    taeng knp? sakit lg kah?
    kyuppa kyk’a emg suka sm seonni deh, prhatian bgt..hhe😄
    next part ah capcuss ….

  4. so saaaaaddddd…
    kyuppa koq lbih mlih taengeonni sieh…
    come on guys…seonni btuh kmu…
    *bhasanyangawur..
    jumpa ge d next part ea..
    lbih cpat..lbih baek..
    pai…pai…
    *trbangbrengddangkoemma…

  5. jantung taeng eonnie kumat lagi ya?
    seonnie pergi kmana ?
    knpa umma seonnie jahat gtu. selama ini seonnie menderita trus.
    hhiks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s