LOVE AS FRIEND PART 1

Title : LOVE AS FRIEND PART 1
Author : Yang punya Blog
Genre : Romance , Friendship , dll
Rating : PG 15
Cast :
Seo Joo Hyun a.k.a Choi Seohyun
Kim Taeyeon a.k.a Kim Taeyeon
Cho Kyuhyun a.k.a Cho Kyuhyun
Choi Minho a.k.a Cho Minho
and other
Langsung baca aja deh , silahkan~~~

AUTHOR POV
Suatu sore…
Seorang yeoja duduk bersandar di jendela kamarnya. Tatapannya kosong memndang langit , entah apa yang dipikirkannya. Tangannya memeluk sebuah foto. Foto sepasang suami istri duduk tersenyum bersama 2 anak perempuan yang manis, yang satu berumur sekitar 9 tahun dan yang satunya berumur sekitar 6 tahun. Terlihat di foto itu adalah sebuah keluarga yang bahagia. Yeoja itu memeluk erat foto itu , kemudian dipandanginya foto itu. Air bening mulai menetes dari mata cantiknya. Terdengar suara langkah kaki , kemudia seseorang meengetuk pintu kamar yeoja itu.

SEOHYUN POV
Tok tok tok…
“Nona , ini saya”
Aku menghapus air mataku kemudian beranjak menuju pintu setelah menaruh foto keluargaku di meja keecil samping ranjangku.
“Ne , waeyo?”
“Tuan Kyuhyun dan Nona Taeyeon menunggu anda di bawah”
“Oh , suruh mereka menunggu sebentar. Aku akan segera turun”
“Algetseumnida nona. Saya permisi” pelayan itu menunduk kemudian berlalu.
Aku berjalan ke kamar mandi yang ada di dalam kamarku. Mencuci muka , menghilangkan bekas air mataku. Aku tidak mau kelihatan habis menangis di depan sahabatku. Selesai mencuci muka , aku ganti baju kemudian memoles sedikit bedak di pipiku, setelah yakin mukaku tampak baik-baik saja , aku keluar kamar dan menemui sahabatku.
“Ya , waeyo?” tanyaku pada mereka berdua (baca: Kyuhyun dan Taeyeon).
“Hyunnie~ jalan-jalan yuuuuk… aku bosan di rumah , kita kan sudah lama tidak jalan-jalan bersama” Taeyeon bergelayut manja dilenganku.
“Hmm? Sudah lama? Bukannya kita baru jalan-jalan dan nonton di bioskop?” tanyaku.
“Ne , lama kan?”
“Neeeeeeeeeee , terserah kau saja. Mau kemana kalau begitu?”
“Molla” Taeyeon menggelengkan kepala.
“Bagaimana kalau kita jalan dulu , nanti baru kita tentukan tujuannya mau kemana” Kyuhyun member saran.
“Ne , ne. kajja” Taeyeon menggiringku dan Kyuhyun keluar rumah.
“Pakai mobilku kan?” tanya Kyuhyun.
“Tentu saja” jawabku dan Taeyeon bersamaan.
Kyuhyun pun berlari menuju garasi untuk mengambil mobilnya. Aku dan Taeyeon menunggu di depan gerbang rumah Kyuhyun.

“Kajja” teriak Kyuhyun dari dalam mobil saat mobilnya sudah menepi di depanku.
Aku memilih duduk di belakang. Taeyeon pun mengikutiku.
“Wae kau duduk di belakang? Duduklah di depan” perintahku pada Taeyeon.
“Aku ingin menemanimu duduk di belakang , masa kau duduk sendirin sih?”
“Gwaenchana. Duduklah di depan , bisa-bisa nanti dia dikira supir kita lagi”
“Ne. benar yang dikatakan Seohyun. Duduk di depan sini” kata Kyuhyun.
“OK kalau begitu” Taeyeon dengan riang duduk di depan.
***
Karena tidak juga menemukan tempat tujuan , kami memutuskan untuk pergi ke sungai Han. Sampai di sana Kyuhyun memarkir mobilnya kemudian kami jalan-jalan di sepanjang tepi sungai Han. Taeyeon berjalan ditengah dengan antara aku dan Kyuhyun. Tangannya mengapit lengan kami berdua. Begitulah dia , suka sekali berjalan sambil mengapit dan menyempil di tengah (toeng?).
“Kita duduk di situ ya ,daripada jalan terus , nanti Taeyeon kecapekan lagi” kata Kyuhyun sambil menunjuk bangku.
“Ya , aku tidak selemah itu tau. Jalan-jalan seperti ini sih tidak akan kecapekan” kata Taeyeon sambil menjitak Kyuhyun.
“Auch appo~ , aku kan khawatir padamu. Bukannya berterima kasih karena sudah dikhawatirkan juga” Kyuhyun menggembungkan pipinya.
Aku geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka. Kyuhyun memang kelewat protektif pada Taeyeon. Daripada melihat pertarungan mereka , aku memilih duduk di bangku yang ditunjuk Kyuhyun tadi. Aku memandang sungai di depanku. Tapi bukannya benar-benar memandangnya , otakku memikirkan hal lain.
FLASHBACK
“Kau itu kerjaanmu setiap hari hanya pergi saja , menghabiskan uangku. Bukannya mengurusi urusan rumah”
“Kau sendiri , setiap hari kau juga pergi. Alasan kerja , kerja dan kerja. Jarang pulang ke rumah.”
“Aku memang bekerja , pekerjaanku itu banyak tahu. Setiap hari mengurusi perusahaan “
“Perusahaan apa? Pasti diluar sana kau memiliki wanita lain kan?”
“Wanita apalagi , ha! Kau itu selalu menuduhku yang bukan-bukan”
“Memang itu kenyataannya”
“Aarrrgh…kau itu..ck… Aku mau tidur. Aku capek berdebat denganmu”
“Oh , kau mau menghindar ya?”
“Menghindar apanya? Apa yang harus dihindari?. Terserah kau sajalah”
“Ya! Ya!”
Brak! Terdengar suara pintu di banting. Aku yang mendengarkan pertengkaran itu dari kamar hanya bisa menangis sesengukan. Kenapa mereka selalu bertengkar? Tidakkah mereka menginginkan suasana keluarga damai dan bahagia seperti keluarga lain pada umumnya. Saat aku mulai berhenti menangis dan agak tenang , terdengar suara. Prang prang! Akupun keluar kamar , terlihat umma sedang memecahkan botol botol bir dan membanting gelas-gelas. Pecahan kaca bertaburan dimana-mana. Aku berjalan dengan hati-hati agar tidak menginjak pecahan-pecahan itu dan menghampiri umma , berusaha mencegahnya untuk tidak memecahkan barang-barang lagi. Tercium bau alcohol menyengat dari tubuh umma.
“UMMA! Sudah umma , apa yang umma lakukan?” kataku sambil menahan tangan umma yang akan membanting gelas.
“Mau apa kau anak sialan! Jangan sentuh aku” bentak umma berusaha mendorongku.
“Sudah cukup umma ,, jangan lakukan lagi” aku menangis sambil memeluk umma.
“Apa yang kau lakukan !? sudah ku bilang jangan sentuh aku !!!” umma mendorongku.
“Umma , aku mohon.. jangan lakukan lagi” aku memeluk kaki umma.
“Lepaskan kakiku , dasar anak pembawa sial!!! Kau kira gara-gara siapa aku jadi seperti ini , hah !!?”
“Mianhae umma , tolong maafkan aku… jebaaaal…” aku menangis memeluk kaki umma.
“Apa kau bilang? Mianhae? Kau kira masalah akan selesai ketika kau minta maaf? Memangnya dengan meminta maaf semuanya bisa kembali seperti semula. Apakah menurutmu denngan meminta maaf ‘dia’ akan hidup kembali?”
“Mianhae umma…” tangisku makin keras.
“Ya , jangan menangis di depanku. Itu menjijikan!” umma berusaha melepaskan kakinya yang sedanng kupeluk. Aku semakin mengeratkan pelukanku.
“Ya , aku bilang lepaskan kakiku!”
“Mianhae umma…jebaaaall”
“Aniyo , selamanya aku tidak akan memaafkanmu!”
Aku bangkit dan memeluknya. Umma kemudian malah mendorongku sampai aku terduduk. Dan…
“Ah…” kulihat kakiku menginjak pecahan kaca.
“Rasakan itu , DASAR ANAK PEMBAWA SIAL!!!” umma meninggalkanku. Aku menangis menatap kepergian umma.
Kemudian datang 2 orang pelayanku.
“Nona , sudah jangan menangis lagi…”
“Ne nona , mari saya obati luka nona ”
“Aniyo. Gwaenchana”
“Tapi nona kalau tidak diobati nanti infeksi”
“Aku bilang aku baik-baik saja. Lebih baik kau bersihkan ini semua” perintahku pada pelayan-pelayanku.
“Ne nona”
Akupun berjalan menuju kamarku. Luka ini sama sekali tidak terasa sakit bagiku. Lebih sakit saat umma memperlakukanku kasar seperti itu.
FLASHBACK END
“Seo~~~ Kyuhyun jahat”
Akupun tersadar dari lamunanku. Aku menoleh pada Taeyeon yang memanyunkan bibirnya , aku tersenyum. Lucu sekali mukanya kalau seperti itu.
“Waeyo Taeng? Apa yang sudah dilakukan evil itu padamu?” aku mengelus puncak kepala Taeyeon.
“Masa dia bilang aku pendek sih. Itu kan sama sekali tidak benar ,iya kan?”
“Uph…mianhae Taeng , sayangnya itu tepat sekali” aku menahan tawa.
“Huwahahahaha…tuh kan benar , sudah kubilang kau itu pendek” Kyuhyun terpingkal-pingkal mendengar jawabanku. Kulihat Taeyeon semakin mengerucutkan mukanya.
“Kalian berdua sama saja , aku benci kalian. Huwaaaaaa” Taeyeon menangis keras.
“Aaiiish…ini gara-gara kau Cho Kyuhyun” aku menyalahkan Kyuhyun.
“Mwo? Kenapa gara-gara aku , kan kau yang membuatnya menangis” Kyuhyun mengelak.
“Cup , cup cup… uljima Taeng , kau tidak pendek-pendek amat kok. Kau itu sangat cantik , neomu yeppo” kataku merayunya.
“Jeongmal?” tanyanya.
“Ne , Taeng”
“Huwaaaa , tapi itu masih ada kata pendeknya” Taeyeon kembali menangis.
“Aaaiiisssh , kau tidak pendek Taeng , kau adalah yeoja berbadan tinggi” rayuku sekali lagi.
“Uljima-yo” kataku menghapus air mata Taeyeon kemudian memeluknya. Dapat kulihat Kyuhyun yang berada di belakang Taeyeon membungkuk memegang perutnya menahan tawa. Aku melotot padanya memberikan death glare seolah-olah berkata ‘awas saja kau Cho Kyuhyun’. Kyuhyun hanya menjulurkan lidah melihatku memelototinya. Taeyeon melepas pelukanku kemudian berbalik kearah Kyuhyun.
“Ya , kau menertawakanku!” katanya menunjuk Kyuhyun. Aku menjulurkan lidah mengejek Kyuhyun.
“Aniyo , siapa juga yang menertawakanmu. GR”
“Apa kau bilang Cho Kyuhyun! Awas kau” Taeyeon beranjak kearah Kyuhyun. Kyuhyun menghindarinya , tentu saja dia tidak mau menjadi bulan-bulanan Taeyeon yang sedang mengamuk.
“Ya! Jangan lari kau Cho Kyuhyun”
“Wee wee , coba kejar aku kalau bisa. Mana bisa kau mengejarku dengan kaki-kaki pendekmu. Dasar pendek”
“Ya , berhenti kau setaaaan!”
“Dasar pendek ,pendeeeeeek. Kim Taeyeon pendeeeeek. Makanya tumbuh tuh ke atas nggak ke samping”
“Ya , apa kau bilang? Katakan sekali dank au akan mati Cho Kyuhyun”
“Aaah , aku takuuut sekaliiiii~” Kyuhyun semakin menggoda Taeyeon.
Aku hanya geleng-geleng kepala melihat mereka kejar-kejaran. Bahagia sekali melihat senyum mereka. Tiba-tiba saja Taeyeon berhenti berlari kemudian jongkok memegangi dadanya. Seketika itu juga aku dan Kyuhyun lari menghampiri Taeyeon.
“Taeng , gwaenchana?” tanyaku.
“Taeyeon apa yang terjadi? Apakah jantungmu sakit lagi?” tanya Kyuhyun.
Tiba-tiba saja… PLETAK! PLOK! CTAK! NGEK! Taeyeon menjitak Kyuhyun dan tertawa keras.
“Ya , sekarang rasakan pembalasanku Cho Kyuhyun. Huwahahahha”
“Ya , jadi kau berpura-pura?” Kyuhyun mengelus-elus kepalanya yang jadi korban kejahatan Taeyeon.
“Hihihihi…” aku tertawa melihat kelakuan mereka.
“Ya , kenapa juga kau ikut-ikutan tertawa Seohyun”
“Memangnya tidak boleh?”
“Ne , untuk saat ini tertawa itu dilarang” kata Kyuhyun sambil tangannya membentuk tanda silang.
Aku dan Taeyeon semakin mengeraskan suara tawa melihat tingkah Kyuhyun.
“OK , stop stop , lebih baik kita pulang saja. Ini sudah malam” kataku sambil melihat jam tangan gambar keroro yang melingkar di tangan kiriku.
“Ne , kajja” kata Kyuhyun.
***
TAEYEON POV
Sampai juga dirumah , huft capek sekali. Aku melangkahkan kaki menuju kamar , aku ingin secepat mungkin istirahat.
“Chagi~sudah pulang?”
“Ne umma”
“Kali ini jalan-jalan kemana?” tanya umma sambil menghampiriku.
“Hanya pergi ke sungai Han , waeyo umma?”
“Ani… umma hanya khawatir , kau jangan sampai terlalu capek ya” nasihat ummaku.
“Ne umma”
“Lihat mukamu pucat”
“Gwaenchana umma. Tidak usah khawatir”
“Tapi…”
“Aku ke kamar dulu umma , mau tidur”
“Ne chagi” kata umma kemudian mencium keningku.
Sampai di kamar , aku langsung merebahkan badanku di ranjang. Mengistirahatkan badanku setelah tadi beraktivitas. Sebenarnya tadi aku berbohong pada Seohyun dan Kyuhyun. Tadi itu memang benar jantungku terasa sakit karena berlari mengejar Kyuhyun , tapi aku tidak mau membuat mereka khawatir jadi aku berpura-pura bahwa aku sehat-sehat saja. Entah sampai kapan aku seperti ini , sampai sekarang aku hanya bisa menunggu datangnya orang baik hati yang mau mendonorkan jantungnya padaku.
***
SEOHYUN POV
“Onnie , ayo belikan es krim itu , aku mau” kataku sambil menunjuk penjual es krim.
“Ne , Seobaby mau rasa apa?”
“Ehmm aku mau yang rasa coklat onnie”
“Ne , Seo tunggu disini jangan kemana-mana ya , onnie belikan es krimnya ya”
“Ne onnie”
Saat menunggu onnie membeli aku melihat-lihat sekeliling , tiba-tiba mataku menangkap sesuatu yang sangat bagus. Boneka Keroro! Ya , itu adalah tokoh kartun yang sangat kusukai. Tanpa pikir panjang aku berlari kearah toko yang ada boneka keroro itu , aku menyebrang jalan tanpa melihat kanan dan kiri.
Tiiiin Tiiiiiin……………….
“Seooo awaaaaaaaasssss”
BRUAK !!! aku terjatuh karena ada seseorang yang mendorongku.
“Kecelakaan kecelakaan! Cepat panggil ambulans” teriak orang-orang mulai berkerumun.
Aku berdiri dan menerobos kerumunan orang-orang itu. Di sana tergeletak sesosok tubuh orang yang paling kusayangi , tubuhnya bersimbah darah. Darah mengucur dari kepalanya.
“Onniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiee , bangun onnie. Onnie bangun” aku mengguncang-guncang tubuh onnieku.
“Onnie buka matamu”
“ANDWEEEEEEEEEEEEE…..” aku terbangun. Mimpi buruk lagi. Aku terengah-engah , keringat mengucur didahiku. Aku berdiri menuju dapur untuk mengambil minum. Kutuang air dingin ke gelas kemudian kuminum sampai habis. Terasa sekali dinginnya air itu melewati tenggorokanku , sangat menyegarkan. Kemudian aku kembali ke kamar , berbaring dan berusaha memejamkan mata. Tapi tidak bisa , malah pikiranku kembali ke masa lalu mengingat hari dimana aku terakhir kali melihat onnieku. Semenjak kecelakaan itu , appa jadi lebih mementingkan pekerjaan daripada keluarga. Umma menyalahkanku atas kematian onnie , aku yang masih kecil tidak tahu apa-apa hanya bisa menangis setiap umma memperlakukanku kasar dan menyebutku anak pembawa sial.
FLASHBACK
“Onnie onnie , aku sangat sayaaaaaaaang sama onnie”
“Onnie juga sayaaaaang sekali sama Seobaby”
“Umma , umma , umma juga sayang padaku kan?”
“Ne , chagi. Umma sangat sayaaaang sama anak-anak umma yang manis ini”

“Onnie , ini hadiah untukku?”
“Ne , saeng. Onnie belikan khusus untukmu”
“Gomawo onnie. Aku sangat menyukainya. Lucu , keroro , keroro”

“Huwaaa , onnie sakit sekali. Pelan-pelan dong”
“Uljima. Sakitnya hanya sementara kok. Nanti juga sembuh. Makanya kalau jalan hati-hati supaya tidak jatuh lagi. Arraseo?”
“Ne onnie , lain kali aku akan hati-hati”

Air mataku menetes mengenang semua itu. Saat-saat bahagia bersama onnie.
***
Aku siap-siap berangkat sekolah. Kuberjalan menuju mobil yang sudah disiapkan oleh supirku.
“Hari ini aku mau menyetir sendiri. Kau istirahatlah di rumah” kataku pada si sopir.
“Ne nona”
Kemudian aku masuk ke dalam mobil. Saat aku memakai sabuk pengaman , ada seseorang yang mengetuk kaca mobilku. Kuturunkan kaca mobilku.
“Ne , ada apa Minho-ya?”
“Noona , aku ikut berangkat sekolah bersamamu ya?”
“Naiklah”
“Gomawo noona”
Bergegas dia masuk mobilku.
“Tumben kau minta ikut bersamaku” kataku sambil menyetir mobil.
“Hehehe” Minho hanya nyengir.
“Kenapa tidak berangkat sendiri?”
“Motorku sedang diservis”
“Kyuhyun?”
“Hyung sudah berangkat dari pagi tadi”
“Oh~”
Sampai di depan sekolah Minho…
“Gomawo noona sudah mengantarku” katanya.
“Ne , cheonmaneyo” balasku.
Ketika dia akan turun dari mobil ,Minho menoleh padaku.
“Noona , sini sebentar deh. Aku mau bilang sesuatu” Minho menyuruhku mendekatinya.
Saat aku mendekat padanya.
CUP!
Minho mencium pipiku , kemudian keluar dari mobil.
“Gomawo noona. saranghae”
Aku terkejut , dia memang tidak pernah berubah. Selalu menggodaku. Dasar anak kecil. Aku tersenyum padanya yang melambaikan tangan padaku. Kubalas lambaian tangannya ,kemudian aku melanjutkan perjalanan menuju sekolah.
MINHO POV
“Gomawo noona. Saranghae” kataku pada Seohyun noona.
Dia tersenyum membalas lambaian tanganku kemudian melajukan mobilnya menjauhi sekolahku. Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku dari belakang. Aku menoleh
“Taemin-ah?”
“Diantar siapa kau?”
“Noona-ku?”
“Noona-ku? Oh , yeoja tetanggamu yang sangat kau sukai itu ya?”
“Ne”
“Cantik juga , pantas kau menyukainya”
“Tentu saja. Kajja kita masuk kelas” aku menarik tangan Taemin menuju kelas.

TBC*
Annyeong reader-ah….
Part 1 uda selesai nih… setelah seharian bikin , langsung ketik. Gak pake coret-coretan dulu…
ayo baca baca, jangan lupa komen-komen. Jejak-jejak…
Mian ya kalo banyak typo sana sini , males ngeditin…

14 thoughts on “LOVE AS FRIEND PART 1

    • iya , disini belum aku munculin , lagi nnggu momen yang tepat.
      mungkin di part selanjutnya baru aku munculin..
      sengaja bikin crita seo tragis n sad trus , #plak
      bosen ama yang happy” trs #plak lagi…

  1. Seonni menderita bgt tuh T.T
    tp knp appa sm eomma’a hrs nyalahin seonni? kan seo ga tau apa2 msh kecil, knp eomma’a bs jahat gtu sm ank sndri? atau sbner’a seo bkn anak eomma’a ya?
    next part capcuss😄

  2. daebaaakkk….
    hmm..eonninya seonni spa ea..???
    ksian bnget sieh seonni kudu, mnderita ge….
    kyu koq nggak ad tnda2 jtuh cnta me seonni..keke..mngkin blom kli ea..
    okeeeeeee.,.see you next part..,^ . ^

  3. bakal da cinta segitiga kah?
    ksian seonnie tekanan batin. di salahin trus ma ummanya.
    sabar seoonie.. keep survive n fighting

  4. hohohoho..
    aku jjur nggak suka Taeng hehehe..pa ge dia jdi org k-3 seokyu….hehehe..
    gpp deh.. yg pntng endingnya seokyu hehehe..
    it seo d gtuin omma nya..haduh…KDRT tuh..hehehe…
    kyu suka ama sapa ya..mdah2an ama seo…hehehe…
    taeng ksian jga…
    kena penyakit brbahaya sperti itu…kekeke..

    baca next part dlu ya……..:)

  5. Kasian bgt seo oh jadi itu alasannya kenapa eommanya seo selalu bilang klw seo anak pembawa sial krn dia menganggap seo adalah penyebab kematian enninya kasian seo…

  6. Thor,jangan bkin seo knapa2 ya..
    Maksud ku gni lho,
    kan taeng sakit jantung,jgn bkin seo yang bkal dnorin jantngnya buat taeng,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s